Kabar Kemenag
25 April 2026
Kebumen – Humas – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kebumen menetapkan Mukhamad Matori sebagai Ketua Pengurus Daerah yang baru menggantikan Solikhin. Penetapan dilakukan melalui rapat pleno dalam agenda Pergantian Antar Waktu (PAW) di Aula Mabin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Kamis 23 April 2026.
Rapat pleno berlangsung demokratis serta mengacu pada AD/ART IPARI Bab IV Pasal 24. Aturan tersebut mengamanatkan penyelenggaraan pleno paling lambat tujuh hari setelah pengunduran diri ketua, sekaligus menetapkan kepemimpinan baru.
Ketua panitia, Siti Mardliyah, menegaskan bahwa seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi.
“Ini merupakan langkah strategis demi keberlanjutan organisasi. Organisasi besar adalah organisasi yang taat aturan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Solikhin menyampaikan pengunduran diri secara resmi. Keputusan diambil setelah ia menerima amanah baru sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf sejak 3 Februari 2026.
“Saya menyatakan mundur dari jabatan Ketua IPARI sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalitas,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian selama masa kepemimpinan, termasuk program “Mager Segoro” yang mendapat respons positif dari masyarakat.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kebumen, Salim Wazdy, mewakili Kepala Kantor, membuka rapat pleno sekaligus memberikan arahan. Ia menekankan peran strategis IPARI dalam menjaga harmoni umat beragama.
“Tugas IPARI menjaga kerukunan antarumat beragama. Secara riil kita berbeda agama, namun sama dalam nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya peran edukasi dari penyuluh agama.
“IPARI harus menyampaikan norma dan nilai. Masyarakat perlu didorong memperdalam agama masing-masing, namun tetap dalam koridor kerukunan,” lanjutnya.
Dengan kepemimpinan baru, Mukhamad Matori diharapkan mampu memperkuat fungsi penyuluh agama sebagai garda terdepan pembinaan umat. Tantangan ke depan tidak hanya menjaga harmoni, tetapi juga menjangkau generasi muda melalui pendekatan dakwah yang adaptif.
Estafet kepemimpinan ini diharapkan memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan kontribusi IPARI sebagai mitra strategis Kementerian Agama. Sinergi antarpenyuluh menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat rukun, inklusif, serta berlandaskan nilai keagamaan moderat. (Mad).